Tangerang, 28 Mei 2025 – Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) secara resmi melepas tiga mahasiswa terbaik dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), untuk mengikuti Community Development Service Program di Loei, Thailand selama kurang lebih empat bulan pada tahun 2025.

Program pengabdian masyarakat lintas negara ini bukan hanya diikuti oleh UMT, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia, seperti Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan Universitas Muhammadiyah Palopo. Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata sinergi PTMA dalam mewujudkan pendidikan berwawasan global dan pengabdian lintas budaya.

Acara pelepasan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh Rektor UMT, Dr. H. Desri Arwen, M.Pd, serta Direktur KUI, Dr. Aidil Syah Putra, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari komitmen UMT dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki kepedulian sosial lintas negara sesuai dengan Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Adapun ketiga mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Thailand adalah:

  1. Zahra Janatunnisa Fauzun
  2. Jihan Fadhillah
  3. Elsa Amelia

Mereka merupakan mahasiswa aktif dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang telah melalui proses seleksi dan pembekalan matang untuk menjalankan misi pengabdian masyarakat di luar negeri.

Selain pimpinan universitas dan KUI, acara ini juga dihadiri oleh berbagai unit pendukung, antara lain:

  • Pusat Bahasa yang turut memfasilitasi peningkatan kompetensi bahasa asing bagi peserta
  • LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) sebagai pengarah kegiatan berbasis pengabdian
  • LP3M (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu) yang mendukung kualitas dan evaluasi program internasional
  • BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan) yang menyelenggarakan pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan.

Tak hanya itu, acara pelepasan ini juga dihadiri oleh perwakilan dekanat FKIP, serta Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memberikan arahan serta motivasi kepada mahasiswa.

Dr. Aidil Syah Putra, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional seperti ini adalah bagian dari strategi internasionalisasi kampus, sekaligus memperkuat jejaring global UMT dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan Community Development Service Program ini akan menjadi sarana pengembangan diri, kemampuan interkultural, serta pemahaman global bagi mahasiswa, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di tingkat internasional.

Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB)

Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, popularly known as KNB Scholarship, is a prestigious scholarship program offered by the government of Republic of Indonesia to selected applicants originating from developing countries. Managed by the Directorate General of Higher Education, Ministry of Education and Culture, the scholarship has been disbursed since 2008

IISMA Scholarship

IISMA is the Government of Indonesia scholarship scheme to fund Indonesian students for mobility program at top Universities overseas. Undergraduate students could spend one semester at the overseas university partner to study, to experience the host country's culture and undertake practical assignments to hone their skills.

For further information please go to https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/IISMA

DARMASISWA

Darmasiswa is a scholarship program offered to all foreign students from countries which have diplomatic relations with Indonesia to study Indonesian language (Bahasa Indonesia), art and culture in 54 universities in 2015. This program was established in 1974 as part of ASEAN initiative, admitting only students from ASEAN. However, in 1976 this program was extended further to other countries. To date, the number of countries participating in this program is more than 111 countries and organized by the Ministry of Education and Culture (MoEC), Republic of Indonesia.


For further information please go to https://darmasiswa.kemdikbud.go.id/